Abstract
Pendidikan
nilai adalah penanaman dan pengembangan nilai-nilai pada diri
seseorang. Seperti halnya dengan pagelaran wayang banyak nilai-nilai
pendidikan yang dapat diserap. Wayang sangat berguna bagi masyarakat
Indonesia sehingga seni pagelaran ini seakan menjadi sebuah tuntunan
yang mengandung nilai-nilai luhur yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Nilai-nilai yang secara objektif dapat menjadi pedoman bangsa
Indonesia, khususnya masyarakat Jawa untuk kelangsungan hidupnya. Pada
pagelaran wayang golek dalang menyampaikan banyak pesan-pesan nilai yang
bisa dicermati dan diambil masyarakat. Nilai-nilai itulah yang diserap
oleh masyarakat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimanakah
pendidikan nilai dalam pagelaran wayang golek di Kabupaten Tegal?, 2).
Bagaimanakah peran dalang kaitannya dengan pendidikan nilai dalam
pagelaran wayang golek di Kabupaten Tegal?, 3). Apakah yang diterima
masyarakat dengan adanya pendidikan nilai dalam pagelaran wayang golek
di Kabupaten Tegal?. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk
mengetahui bagaimana pendidikan nilai dalam pagelaran wayang golek di
Kabupaten Tegal, 2). Untuk mengetahui bagaimana peran dalang kaitannya
dengan pendidikan nilai dalam pagelaran wayang golek di Kabupaten Tegal,
dan 3). Untuk mengetahui apa yang diterima masyarakat dengan adanya
pendidikan nilai dalam pagelaran wayang golek di Kabupaten Tegal.
Pendekatan penelitian dalam skripsi ini adalah pendekatan kualitatif.
Lokasi penelitian ini di Kabupaten Tegal. Teknik pengumpulan data dengan
teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan,
peneliti menggunakan teknik triangulasi dengan membandingkan data hasil
pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan apa yang dikatakan
dalang-dalang dengan apa yang dikatakan oleh Masyarakat Kabupaten
Tegal. Teknis analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan
langkah analisis mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data sampai penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada pagelaran wayang golek banyak sekali nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya. Kandungan nilai-nilai yang mendidik dan menghibur masyarakat
dalam pagelaran wayang golek. Nilai yang mendidik dapat menjadikan
mayarakat untuk hidup kearah yang lebih baik lagi, menjadi pribadi yang
lebih baik lagi serta dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan
sehari-hari. Sedangkan nilai yang menghibur, masyarakat dapat merasa
senang dalam menonton pagelaran wayang golek. Semua itu tergantung oleh
sikap dalang pada saat pagelaran wayang golek yaitu dengan dalang
menampilkan keterampilan-keterampilannya agar menjadikan pagelaran
wayang golek menjadi hidup dan tidak membosankan untuk ditonton Saran
yang dapat penulis sampaikan: 1). Kepada dalang Kabupaten Tegal,
hendaknya selalu menampilkan keterampilan-keterampilan baru dalam
pagelaran wayang golek dan bahasa yang digunakan mudah dipahami serta
durasinya dapat dikurangi tanpa mengurangi kandungan dari cerita wayang
golek. Disamping itu perlu adanya pelatihan IT agar dalang dapat leluasa
mengakses internet untuk mencari ilmu pengetahuan, 2). Kepada
masyarakat Kabupaten Tegal, hendaknya dapat mengambil nilai-nilai
positifnya dan dijadikan sebagai pedoman hidup. Kemudian kepada generasi
muda untuk dapat melestarikan kebudayaan wayang golek, 3). Kepada
pemerintah, hendaknya perlu memberikan subsidi kepada dalang guna untuk
peningkatan kualitas mutu pedalangan. Kemudian mengeluarkan semacam
instruksi kepada instansi terkait untuk secara teratur menggelar
pagelaran wayang golek.
0 comments:
Post a Comment