Download (2648Kb)
Abstract
Belajar
merupakan suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau
pembaharuan dalam tingkah laku dan kecakapan. Akan tetapi kenyataannya
proses belajar pada mapel PKn di MTs NU Ungaran, Kabupaten Semarang
banyak mengalami hambatan. Seperti peserta didik cenderung pasif saat
pembelajaran. Peserta didik kurang memperhatikan materi yang diajarkan
dan saat diberi latihan soal banyak peserta didik yang belum bisa
menjawab. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru menerapkan
kooperatif tipe scramble yang merupakan salah satu tipe pembelajaran
kooperatif mudah diterapkan dan melibatkan keaktifan peserta didik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui strategi
belajar-mengajar model scramble dalam materi kebebasan berpendapat pada
peserta didik kelas VII MTs NU Ungaran. (2) Mengetahui perbedaan hasil
belajar antara penerapan model scramble dan konvensional dalam materi
kebebasan berpendapat pada peserta didik kelas VII MTs NU Ungaran.
Desain penelitian ini menggunakan True Experimental Design dengan bentuk
Pretest dan Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian
ini adalah peserta didik kelas VII terdiri dari lima kelas dengan jumlah
176 peserta didik. Terbagi menjadi 5 kelas yaitu kelas VII A berjumlah
32 peserta didik, VII B berjumlah 38 peserta didik, VII C berjumlah 36
peserta didik, VII D berjumlah 37 peserta didik, VII E berjumlah 37
peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random
sampling. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi dokumentasi dan
tes. Analisis data penelitian menggunakan bantuan SPSS 20 dengan uji
paired-sample t test dan uji independent-sample t test. Hasil penelitian
menunjukan bahwa: (1) Dalam pelaksanaan strategi belajar mengajar
metode kooperatif tipe scramble, pertama guru menyajikan materi setelah
itu membagi peserta didik mejaadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4
sampai 5orang dan menjelaskan peraturan permainan. Selajutnya guru
membagikan papan scramble beserta kartunya untuk dicocokkan dan menulis
jawaban yang benar. Setelah melakukan diskusi. Setiap kelompok diberi
kesempatan untuk mempresentasikan hasilnya. Setelah prsentasi kelompok
selesai guru meluruskan jawaban peserta didik yang kurang tepat. Dengan
metode ini guru membatu peserta didik lebih mudah memahami materi dan
melatih peserta didik lebih aktif sehingga mendapat hasil belajar yang
memenuhi KKM. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar pendidikan
kewarganegaraan pada materi pokok kebebasan mengemukakan pendapat pada
kelas eksperimen dan kontrol. Data yang diperoleh adalah (thitung ix =
9.605 > 1.66) pada taraf signifikan 0.05, artinya (thitung >
ttabel), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Saran yang diberikan penulis
adalah: (1) Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe scramble pada
tahap pembagian kelompok harus memperhatikan waktu pembelajaran, agar
waktu pembelajaran berjalan efektif. (2) Sebelum menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe scramble hendaknya guru memahami komponen
model pembelajaran kooperatif tipe scramble dan merencanakan
pembelajaran yangakan dilaksanakan dengan baik sehingga dapat
berlangsung sesuai harapan.
0 comments:
Post a Comment