Abstract
Dalam
perkembangan anak ketika melewati masa remaja adalah moment yang tepat
untuk mengembangkan segala potensi diri dalam rangka mencari nilainilai
kehidupan. Namun hal tersebut juga merupakan tanggung jawab orang tua
serta orang-orang yang lebih dewasa yang berada di sekitarnya. SMP
Negeri 9 Semarang adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang
memandang perlu adanya suatu pendidikan karakter yang dapat
mengembangkan potensi yang dimiliki anak dalam hal ini peserta didik.
Untuk itu, SMP Negeri 9 Semarang tidak hanya memberikan pendidikan
karakter melalui pembelajaran di kelas saja, tetapi juga pada kegiatan
esktrakurikuler kepramukaan. Tujuan dari ekstrakurikuler kepramukaan ini
yaitu memberikan pengetahuan dan pendidikan karakter melalui pendidikan
kepramukaan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui jenis
karakter sikap sosial pada kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SMP
Negeri 9 Semarang, (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pengembangan sikap
sosial sebagai pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler
kepramukaan di SMP Negeri 9 Semarang, (3) Mengetahui faktor-faktor apa
sajakah yang menjadi penghambat dan pendukung pengembangan sikap sosial
sebagai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler kepramukaan di SMP
Negeri 9 Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMP Negeri 9 Semarang.
Fokus penelitian ini adalah jenis karakter sikap sosial yang
dikembangkan pada kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan, pelaksanaan
pengembangan sikap sosial sebagai pendidikan karakter pada
ekstrakurikuler kepramukaan, hambatan-hambatan dan dukungan yang
dihadapi dalam pengembangan sikap sosial sebagai pendidikan karakter
pada ekstrakurikuler kepramukaan di SMP Negeri 9 Semarang. Sumber data
primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, pembina
ekstrakurikuler kepramukaan, dan peserta ekstrakurikuler kepramukaan.
Sumber data sekundernya adalah dokumentasi dan buku yang berkaitan
dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data
dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Triangulasi Sumber
sebagai teknik pemeriksaan data. Dalam penelitian ini analisis yang
digunakan bersifat deskriptif analisis yang digunakan dengan 4 tahap
antara lain (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data,
dan (4) penarikan kesimpulan atau verifikasi data.
0 comments:
Post a Comment