Download (1213Kb)
Abstract
Fenomena
konflik suporter sepakbola di Indonesia dalam berbagai pemberitaan
menggambarkan adanya sisi lain dari suporter yang berpotensi untuk
menimbulkan suatu tindakan kekerasan suporter dengan berbagai faktor
yang melatarbelakangi. PSIS (Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang)
adalah sebuah klub sepak bola yang terletak di Semarang yang memiliki
dua suporter fanatik yaitu Panser Biru (Pasukan Pendukung Semarang Biru)
dan Snex (Suporter Semarang Ekstrim). Tujuan penelitian ini adalah
untuk : (1) mengetahui informasi dan gambaran secara mendalam mengenai
perilaku suporter sepak bola PSIS Semarang; (2) mengetahui konflik yang
terjadi antara Panser Biru dengan Snex, yang keduanya merupakan suporter
fanatik PSIS Semarang. Metode penelitian yang digunakan berupa metode
penelitian kualitatif dengan berusaha memahami fenomena apa yang dialami
subjek penelitian misalnya perilaku, tindakan, dan lain-lain. Secara
holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa.
Lokasi penelitian adalah mabes kelompok suporter Panser biru dan Snex,
kantor PSIS Semarang serta Polsek Gajahmungkur. Subjek penelitian adalah
suporter Panser biru, suporter Snex, Manajemen PSIS Semarang dan pihak
Kepolisian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi
(pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan
secara induktif, yaitu dimulai dari lapangan dengan cara terjun ke
lapangan. Analisa data dalam penelitian kualitatif dilakukan bersama
dengan proses pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa
perilaku fanatisme kelompok suporter Panser biru dan Snex, ditunjukan
adanya persaingan identitas dengan menjunjung tinggi atribut yang
dikenakan, untuk mengungguli kelompok suporter lain. Persaingan
identitas membuat kelompok suporter Panser biru dan Snex menjadi
fanatik. Perbedaan Ideologi dan adanya potensi keuntungan menjadi dua
faktor yang mempengaruhi konflik yang terjadi antara Panser biru dengan
Snex. Adanya basis massa yang banyak dan berbagai sumber penghasilan
menjadikan sebuah kelompok suporter rawan terjadi konflik. Saran dalam
penelitian ini untuk menanggulangi perilaku fanatisme yang berujung pada
tindakan anarkis. Kelompok suporter Panser biru dan Snex hendaknya
menempatkan identitas sebagai suporter Semarang di atas identitas
kelompok. Untuk mengantisipasi konflik yang terjadi antara Panser biru
dengan Snex. Kelompok suporter hendaknya dapat membatasi diri dari
kepentingankepentingan yang menyebabkan perpecahan.
0 comments:
Post a Comment