Download (785Kb)
Abstract
Pembukaan
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamatkan
pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang
harus menjiwai semua bidang pembangunan. Dalam ranah demokrasi,
nilai-nilai demokrasi yang dianut oleh negara Indonesia merupakan
penegasan dari sila-sila yang terdapat dalam pancasila. Namun, kini
nilai-nilai demokratis mulai memudar dalam diri masyarakat. Masyarakat
Indonesia yang terbiasa sopan dan santun dalam berperilaku dan
melaksanakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan masalah, serta
bersikap toleran dan gotong royong mulai cenderung berubah menjadi
homogen kelompok-kelompok yang saling mengalahkan. Sekolah sebagai
lembaga pendidikan sejatinya adalah untuk membangun dan mengembangkan
potensi manusia agar memiliki karakter, integritas, dan kompetensi yang
bermakna dalam kehidupan. Tujuan penelitian : 1) untuk mengetahui
bentuk-bentuk penguatan penanaman nilai demokratis pada siswa-siswi di
MTs N Pecangaan di Bawu Jepara, 2) untuk mengetahui penguatan penanaman
niali demokratis pada siswa-siswi di MTs N Pecangaan di Bawu Jepara
dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang
digunakan berupa metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di MTs
N Pecangaan di Bawu Jepara. Subjek penelitian adalah kepala madrasah,
pengurus OSIS, pengurus PMR, guru PPKn dan para siswa. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah adalah observasi (pengamatan),
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara
induktif, yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan cara
terjun ke lapangan. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan
secara bersamaan dengan proses pengumpulan data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: bentuk penguatan penanaman nilai demokratis di MTs N
Pecangaan di Bawu Jepara melalui dua kegiatan yaitu intrakurikuler
(PPKn) dan ekstrakurikuler (OSIS, PMR). Dalam kegiatan intrakurikuler
(PPKn) guru mempersiapkan perencanaan pembelajaran serta menanamkan
nilai-nilai demokratis dalam pembelajaran, meliputi (1) nilai komitmen
dan tanggung jawab, (2) nilai kerjasama, (3) nilai bebas berpendapat dan
menghormati kebebasan, (4) nilai memahami keanekaragaman. Dalam
kegiatan ektrakurikuler OSIS yaitu kegiatan menabung suara dan kitobah,
sedangkan dalam kegiatan PMR dengan adanya seminar. Penguatan penanaman
nilai demokratis dalam hal perencanaan dengan guru membuat perencanaan
pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, dan media. Dalam
pelaksanaan kegiatan intrakurikuler guru mengimplementasikan RPP yang di
buat. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas dan di
luar kelas. Dalam kegiatan ekstrakurikuler OSIS adanya pemilihan umum
ketua OSIS secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Evaluasi pembelajaran guru menggunakan penilaian sikap selama proses
belajar mengajar dan penilaian dalam ulangan baik lisan maupun tertulis.
Saran yang dapat peneliti berikan terkait hasil penelitian (1) Untuk
kepala Madrasah sebagai supervisi diharapkan dapat lebih mengecek
kelengkapan perangkat pembelajaran guru terkait dengan penanaman nilai
demokratis di MTs N Pecangaan di Bawu Jepara. (2) Untuk guru diharapkan
dapat mengatur dan melaksanakan penanaman nilai-nilai demokratis baik di
dalam kelas maupun di luar kelas. (3) Bagi madrasah diharapkan dapat
lebih memfasilitasi siswa-siswi dalam melakukan kunjungan ke gedung DPRD
terkait dengan penguatan penanaman nilai demokratis pada siswa.
0 comments:
Post a Comment