Abstract
Berdasarkan
Undang-undang Nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik pasal 12 huruf
(j) yang menyatakan bahwa: “salah satu hak partai politik adalah
membentuk dan memiliki organisasi sayap partai politik.” Pengakuan dan
jaminan yuridis ini merupakan dasar sekaligus peluang bagi pengembangan
struktur partai untuk menjangkau seluruh segmen masyarakat. Pengakuan
dan jaminan ini merupakan wujud pentingnya keberadaan organisasi sayap
bagi setiap partai politik yang bukan sekedar pelengkap struktural
semata, melainkan kebutuhan nyata yang harus dipenuhi. Di dalam Partai
Gerindra, peran organisasi sayap dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga
(ART) pada bab VII pasal 23 ayat 1 yang menyatakan bahwa “Organisasi
Sayap sebagai sumber anggota yang dibentuk oleh Partai Gerindra berperan
sebagai pendukung Partai untuk membantu perjuangan Partai Gerindra
melalui pelaksanaan Program Partai dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.” Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan
masalah yang diteliti adalah 1) kontribusi Tidar (Tunas Indonesia Raya)
sebagai organisasi sayap Partai Gerindra di Provinsi Jawa Tengah, 2)
upaya Tidar dalam perluasan basis massa Partai Gerindra di Provinsi Jawa
Tengah, serta 3) faktor pendukung dan penghambat Tidar (Tunas Indonesia
Raya) dalam perluasan basis massa Partai Gerindra di Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian adalah
Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra yang beralamatkan di
jalan Pamularsih nomor 95 Semarang dan Kantor Pengurus Daerah (PD)
Organisasi sayap Tidar di jalan Wahyu Asri 10 RT. 03/06 BB 15, Perum
Wahyu Utomo Tambakaji Ngaliyan, Semarang. Fokus penelitiannya adalah
kontribusi Tidar dalam membuat program yang berpengaruh terhadap
perluasan basis massa Partai Gerindra, upaya Tidar sebagai organisasi
sayap Partai Gerindra dan Faktor pendukung dan faktor penghambat Tidar
dalam melakukan perluasan basis massa. Sumber data yang digunakan adalah
data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan
teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi.
0 comments:
Post a Comment